Friday, November 28, 2014

PENANTIAN SIA-SIA

 Masa ini adalah masa yang menyenangkan bagi setiap anak yang akan melakukan transisi dari remaja ke dewasa yapz tentu saja masa itu masa SMA, mungkin setiap anak SMA tidak akan bisa melupakan cerita SMA yang pernah mereka alami. Begitupun denganku, walau sekarang aku sudah kuliah, sudah menjadi mahasiswa bukan anak SMA lagi, tapi kenangan di SMA itu masih terbayang jelas dalam memoryku. Itu tidak akan terlupakan, karena saat itu adalah saat yang sangat indah. Di SMA lah aku ketemu dia, dia cinta pertamaku. Yang kini sedang kuliah di luar negeri.
Hari ini aku sangat senang sekali, Pukul 13.00 siang ini aku akan bertemu dengannya, karena siang ini dia akan pulang dari London untuk berlibur. Sejak pukul 10.00 aku telah sampai di bandara, aku tidak mau terlambat menjemputnya. Sebenarnya hari ini aku ada kuliah tapi demi dia aku tinggalkan kuliah hari ini.
Waktu terus berlanjut tanpa ku sadari jam kecil yang berada di tanganku, hampir menunjukkan pukul 13.00, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat melihatnya. Tapi sampai jam kecil itu menunjukkan pukul 15.00 dia belum juga menampakkan batang hidungnya. Aku mulai lelah menunggu, terus ku pandangi arah tempat orang-orang keluar dari pesawat itu.
Ketika aku akan menyerah untuk menunggunya dan aku putuskan untuk pulang, tiba-tiba sosok yang aku nanti dari tadi sedang berjalan keluar menuju ke arahku dengan senyum mengembang di wajahnya, dengan cepat ku berlari ke arahnya dan ku peluk tubuhnya, ya dia adalah kekasihku Beni. Tapi belum puas aku melepaskan rindu padanya, tiba-tiba seorang perempuan seusiaku dan dia tidak terlihat seperti wanita bule berjalan ke arahku dan merangkul pergelangan tangan Beni. Kutanyakan siapa perempuan itu, dia menjawab dengan gugup dan terbata-bata, yang akhirnya jawabanku dijawab oleh perempuan yang nggak aku kenal itu, “perkenalkan nama ku Lila, aku pacarnya Beni.”
Mataku terbelalak dan sangat terkejut mendengar jawaban cewek itu, aku benar-benar terkejut dan tak tahu harus bagaimana, air mataku jatuh dan mulutku tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Mendengar keterangan cewek itu aku nerasa berada dalam mimpi buruk, aku ingin cepat-cepat terbangun dari mimpi buruk itu, ku cubit pipi ku terasa sakit aku sadar ini nyata, Perlahan aku membalikan badan dan pergi meninggalkan mereka.
Aku tidak percaya, orang yang sangat aku sayangi dan aku rindukan, pulang dengan cewek lain yang berstatus pacarnya, mana janji dia yang dulu akan kembali untukku di Indonesia, mana kata setia dan kata manisnya selama ini padaku. Kata itu hanya kebohongan yang dirangkai oleh seorang cowok seperti Beni.
Aku menyesal telah memilih menunggunya dari pada kuliah, penantian ku sia-sia selama ini, penantianku tidak di hargainya, kesetianku di khianatinya. Hatiku yang tulus untuknya kini dilukainya dengan sebuah pisau yang sangat tajam.
Seminggu sudah aku tidak bertemu maupun melihatnya, aku memang tidak ingin melihatnya. Melihatnya sama saja dengan menorehkan luka di hatiku lagi. Aku juga tidak pernah mendengar kabarnya. Dia pun tidak pernah lagi menghubungiku saat ini, hanya dulu ketika pertama kali dia datang ke Indonesia dia pernah menghubungiku beberapa kali dan menemuiku sekali ketika aku berada di kampus. Waktu itu dia ingin menjelaskan kejadian yang di bandara tetapi aku tidak memberinya kesempatan. Setelah itu tidak pernah lagi aku melihatnya dan bertemu denganya. Selamat tinggal beni, selamat tinggal masa lalu… aku kan jalani hidup ini tanpamu sekalipun…
SEKIAN
by: ilham hidayatulloh

Friday, November 14, 2014

SAHABAT

""TEMAN DIMANA KAU""
teman dimana dirimu ku rindu padamu ku ingin kamu bersama lagi padaku canda tawa mu masih dalam benakku kebaikanmu,marahmu,tingkah lakumu semua masih ada dalam pikiranku kau bagaikan cahaya mentari pagi yang selalu menyinari bumi hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun kulalui semua dengan dirimu berhari hari aku menunggu kedatangan kalian .......aku selalu menantiya ALLAH aku menginginkan mereka kembali bagaikan setetes embun adalah air mataku yang selalu jatuh dan mempunyai makna dimana kalian walau kalian lupa dengan diriku tapi aku tidak akan melupakan kalian semua..
By:ilham Hidayatulloh

MAAF SINGKAT :)

GALAU

"""Patah hati ini karenamu""
Awal kisah dimulai disebuah sekolah yg amat terkenal dipondok aren.ada seorang anak lelaki yg bernama ih ia sangat menyukai seorang wanita bernama rf dia memendam rasa suka'a itu..karena rf menyukai lelaki lain yg bernama ys..disekolah.
"Ih gue minjam buku llu dah" Ucap rf
"Buat apaan..?" Tanya ih
"Udah sini ajh" Ucap rf sambil mengambil buku ih.
Ih pun hanya diam saja sambil mengerjakan tugas dari guru.sedangkan rf sedang menulis dibuku ih.
"Ih klo gue jadian sama ys pantas gak"Ucap rf lewat tulisan dari buku ih.
"Pantas ajh " ucap ih menulis dibuku dengan wajah cemburu.
Sepulang sekolah semua murid segera pulang. .
Malam minggu dimana ih menembak rf lewat bbm.
"Ping!!!"bbm ih
"Knp..?" Bls bbm rf.
"Gue pengen ngomong nih sama llu" bbm ih
"Ngomong ajh" bls bbm rf.
Berapa saat ih gak bbm rf dulu ..dan dibbm kembali oleh ih
"Ping!!!" Bbm ih
" kenapa" bls bbm rf
"Gue jujur dah sebenar'a gue suka sama llu" bbm ih
" hah..sejakapan llu suka gue" bls bbm rf.
"Sejak llu suka sama ys..dan saat llu curhat tentang dia gue agak cemburu" bbm ih.
"Hahaha...pantas muka llu rada aneh pas gue curhat sama llu tentang ys"bls bbm rf.
"Iya.Terus llu mau gak jadi pacar gue..?" Bbm ih.
" gila kali gue pacaran sama llu.gue tuh anggap llu cuma sebatas tmn." Bls bbm rf.
Ih pun terdiam dan merasa kecewa. .dan disekolah pun rf berubah dan agak kesal kepada ih..
""TAMAT""

CINTA

"KISAH KASIH DISEKOLAH"
Awal Kisah disebuah sekolah yg amat terkenal..
Ada seorang sepasang kekasih yg bru saja jadian..
"Hy"Ucap ys.
"Hy juga"(nama kamu)
"Kamu udah makan yank.?" Ucap ys.
"Udah yank.kmu.?"(nama kamu).
"Udah ko yank." Ucap ys.
Hubungan dia pun berjalan samapai 2 dan pas ulang tahun "(nama kamu).
"Yank" ucap (nama kamu).
"Apa" ucap ys.
"Kamu inget kan Sekarang hari ulang tahun aku.." ucap (nama kamu ).
"Ya pasti inget dong yank." Ucap ys.
"Terus kamu mau ngasih aku apa..?"ucap (nama kamu).
"Rahasia dong..nanti mlm kita kerestoran biasa ya.." Ucap ys.
"Ya..oke." (ucap nama kamu).
Malam itu ia bertemu direstoran yg sangat indah..
"Yank maaf ya aku telat" Ucap (nama kamu).
"Ya gpp ko"ucap ys.
"Kmu tutup mata dong.."ucap (nama kamu).
"Emang kamu mau ngapain..?"ucap (nama kamu).
"Ada deh"ucap ys.
(Nama kAmu) lalu menutup mata'a dan sedang kan ys mengeluar kan boneka doraemon.
"Buka mata kmu sekarang" ucap ys.
"Apa ini..? " Ucap (nama kamu).
"Ini hadiah aku untuk kamu."Ucap ys.
"Apa sebuah boneka ..aku tuh ingin'a sebuah kalung"Ucap (nama kamu).
(Nama kamu) ia pun membuang boneka itu kejalan raya dan ys pun lari untuk mengambil'a kembali dan tiba sebuah mobil menabrak tubuh ys sehinga tewas. (Nama kamu) ia pun berlari keluar dan menghampiri ys yg suda tewas.ia pun menangis sambil memeluk boneka yg telah diberi ya .tiba" tanpa sengaja terpencet tombol merah.dan keluar lah kalung dari kantong ajaib nya dan ber suara lucu"HEPPY BERSDAY".
Amat kecewa'a dia
"SELESAI" "

NASEHAT

*GURUKU PENYEMANGAT KU*
Nama Gue ilham Hidayatulloh gue sekolah di SMP IT INSAN MADANI 8 pondok aren Gue Sekarang duduk dikelas 2 smp..gue disini ingin bagi pengalaman tentang guru yg buat gue jadi giat belajar.. waktu itu hari jumat.
"Woy...duduk. . Ada pak nf" Ucap gue.
"Assalamu'alaikum" Ucap pak nf.
"Walaikum'salam" jawab para murid.
Semua murid langsung mengerjakan tugas dari pak nf singkat cerita waktu pelajaran pak nf tinggal 18 menit disitulah pak nf bercerita.
" anak" bapa ingin bercerita kan sesuatu kpd kalian. " Ucap pak nf.
"Tunggulah waktu yang tepat. Cinta itu pasti datang. Saat semuanya siap, maka cinta itu akan menjelma menjadi hadiah yang terindah.Jika kalian masih sekolah, kuliah, maka fokuslah belajar. Kejar prestasi sebaik mungkin dan setinggi mungkin. Buat orang tuamu bangga. Itulah yang terpenting"Ucap pak nf.
Lalu gue merenung'kan kata" pak nf dan gue bermotifasi untuk lebih giat belajar untuk membanggakan kedua orang tua gue..
Tmn" ingatlah kemarahan guru.hukuman guru.nasehat guru adalah penyemangat kita untuk tidak mengulangi kesalahan kita dan membuat kita kejalan yg benar Jadi ingat lah nasehat guru adalah kunci sukses kita..
By: ilham Hidayatulloh.

nasehat

"" GURU KU KUNCI SUKSES KU""
Kenalin gue ilham Hidayatulloh gue sekolah di SMP IT INSAN MADANI 8 gue Sekarang duduk dikelas 2 smp.gue disini ingin membagi pengalaman tentang guru gue. .
*di kelas
"Woy...masuk. .ada bu ss"Ucap gue.
Semua murid pun langsung ketempat duduk masing".
"Assalamu' alaikum."Ucap bu ss.
"Walaikum salam" jawab para murid. .
Bu ss pun memberi pelajaran tentang rangka tubuh manusia ia menceritakan tentang tulang belakang kita..
"Anak" tulang belakang kita adalah tempat penegak tubuh kita bayangkan bila tubuh kita tidak ada tulang belakang kita bagai mana rasa'a.." ucap bu ss.
"Badan kita akan condong kebelakang bu.." jawab para murid.
" benar begitu juga kehidupan kita bila kita tidak ada tulang belakang kehidupan kita akan bercondong kebelakang. ." Ucap bu ss
Inti'a bila kehidupan kita tidak melihat kedepan akan maka kita akan Terus kebelakang dan tidak menemukan kunci kesuksesan. .
Setalah itu gue merenung dan berfikir ternyata tulang belakang kita sangat dibutuhkan bagi tubuh dan kehidupan kita..
Maka kita harus melihat kedepan dan jangan melihat kebelakang agar kita bisa sukses dikemudian hari. .
By: ilham Hidayatulloh..

puisi


""IBU""
ibu kau adalah tempat ku mengadu.
Ibu kau adalah tempat penenang ku..
Tapi apa yg ku berikan kepadamu bentakan caci maki kuberikan kepadamu tapi saat ada masalah aku selalu mengadu kepadamu..
Aku jarang menanyakan keadaanmu ketimbang menanya pacarku..
Ibu disini aku bersujud didepan hadapan kakimu untuk meminta maaf.
Ibu..Tolong lah maaf kan ku..
Teman" ingetlah semasih hidup ibumu sudah tidak ada ibumu kirimkan lah dia doa dan selalu berbakti lah kepada dia.
9 bulan ia mengadung mu dengan penuh kasih sayang hingga Sekarang. .jadi hargai lah dia semasih engkau bisa hormatilah dia semasih engkau mampu..
Jadi teman" ibu adalah tempat berlindung kita maka hargailah dia..
Terimakasih ibu..
By: ILHAM HIDAYATULLOH

Wednesday, November 12, 2014

GALAU


Eyang Galau

Galau… Galau… Galau… Galau
Menurut genuis record dunia kata galau sudah hampir diucapkan 9999999999 kali perharinya oleh masyarakat dunia, entah siapa yang mulai, yang pasti kata GALAU jadi nge-hits belakangan ini, berbagai macam alasan orang menyebut kata galau, ada yang bilang galau gara-gara putus sama pacar, galau gak bisa ngerjain ulangan, galau gak dapet uang bulanan, galau digantungin mulu sama si pacar, galau duit ilang, galau si dia gak peka-peka, galau gak bisa nonton konser, galau baca novel atau lagu mellow, bahkan ada yang bilang galau gara-gara belum pup satu minggu #abaikan.
Dan kata galau bukan Cuma buat anak remaja, tapi semua kalangan, dari yang muda, yang masih anak-anak, yang udah tua, yang balita juga ikut-ikutan kena virus galau, galau juga melanda berbagai profesi, ada pak petani yang galau gara-gara gagal panen, ada si dokter yang galau milihin obat buat pasiennya, si dukun galau gak ada pasien yang minta diramal, si guru galau kalah kece dari muridnya, si direktur galau banyak utang, si presiden galau banyak koruptor, dan si polantas galau macet nya gak selesai-selesai.
Tapi yang pasti ini bukan cerita tentang mereka tapi ini tentang GUE…
KEVIN APRILIO, itulah nama gue, jangan heran kenapa nama gue familiar di mata kalian, ohh jelas nama itu juga nama salah satu artis top di indonesia, dengan nama seperti itu bisa ngebayangin dong gimana muka gue? yaaaaaakkk anda salah, nama gue itu adalah kutukan buat gue, nama yang ngebuat gue ditertawain hampir 3 kali sehari tiap harinya, udah kaya minum obat, gak pagi siang dan malam gue jadi bahan tertawaan orang banyak, nama sama muka yang gue punya sama sekali gak cocok, gue juga bingung kenapa gue dikasih nama sekeren itu, padahal udah jelas muka gue begini adanya, yang jelas gue satu tingkat lebih ganteng dari Tessi si pemilik batu cincin dari desa sebelah, gue udah sempet protes sama bokap nyokap gue kenapa gue dinamain kevin aprilio yang notabene yang punya nama itu pasti ganteng dan jadi idola, sementara gue? Tapi bonyok gue bilang, nama itu dikasih sebagai salah satu kelebihan yang gue punya, karena semua yang ada pada diri gue itu minus jadi setidaknya ada satu hal nilai plus dari diri gue yaitu nama, dan kata mereka juga nama itu supaya gue gampang kenalan sama cewek dan gampang dapet pacar, ya emang bener sih, tapiii BUKTINYA!!!
Suatu ketika ada malaikat yang mau nyariin pacar buat gue, dia temen gue namanya JOJON, dari namanya emang udah gak bisa dibayangin gimana mukanya, pasti di fikiran kalian itu adalah sosok laki-laki yang pake celana di atas udel, kumis kotak, rambut klimis, dan kalo jalan ngangkang, oh bukan kalian salah, jojon itu adalah cowok idola di sekolah gue, dia cowok ganteng kapten tim futsal dan juga pinter, semua yang ada di dirinya itu serba nilai plus, tapi satu kekurangannya yaitu NAMA. Tapi sampai saat ini nama itu gak banget berpengaruh tuh buat dia, kadang gue iri sama temen gue itu, dengan gampangnya dia dapet cewek, dan ceweknya juga cantik-cantik kaya luna maya.
Waktu itu dia nyaranin gue buat cepet dapet pacar, dia perhatian banget sama gue sampe sampe dia takut gue jadi perjaka tua dan jomblo sampe dunia selanjutnya. Ketakutan jojon emang menyinggung, tapi gak gue pungkirin dia memang bener. Dia ngenalin gue sama seorang cewek, cewek itu temennya kakaknya pacarnya temen gue si jojon itu, katanya si jojon udah nyeritain tentang gue ke cewek itu, dan katanya cewek itu penasaran sama gue, gue juga bingung apa yang ngebuat tu cewek penasaran sama gue, karena udah jelas dari semua cerita jojon ke tu cewek pasti gak ada yang menarik, tapi tiba tiba ada yang smsin gue, katanya dia temennya jojon yang diceritain tentang gue, gue pun sering sms an sama dia, pagi siang malem tuh cewek smsin gue mulu, gue seneng sama perhatian tuh cewek, gue gak nyangka ada cewek yang mau sama gue, gue terharu sampe ngabisin tissue toilet rumah gue, ngedenger dia mau ketemuan sama gue malem minggu ini, gue langsung jatuh cinta sama tuh cewek, di sepanjang sejarah cinta kevin aprilio sang Jones (jomblo ngenes) dari kampung bojong kenyotini adalah pertama kalinya ada cewek yang ngajakin gue malem mingguan, gue pun langsung gadein TV di rumah buat beli baju, sepatu, parfum, minyak rambut, celana, gesper bahkan daleman buat malem mingguan sama tuh cewek, maklum gue gak mau dia nolak gue pas tahu aslinya muka gue kaya apa.
“keviiiiiiin, TV emak manaaa?” teriak nyokap gue dari dalem rumah dan ngebuat semua kaca-kaca yang ada di rumah gue pecah, kaya di film sadako 3D, setan setan yang pada siap-siap malem mingguan pun pada masuk lagi ke kandang denger teriakan emak gue yang kencengnya kaya terompet sangkakala itu.
Gue buru-buru kabur dari rumah, pas gue sampe di depan rumah yang ada Cuma sepeda ontel sama motor vespa butut, PLETAK gue bodoh banget, kenapa gue gak gadain rumah juga buat sewa mobil, gak lucu banget gue ngedate naik vespa butut yang suaranya ngalahin suara bajaj di jakarta itu, padahal gue udah nyiapin diri gue secakep mungkin versi gue buat memukau tu cewek.
Dengan lemas dan menyerah gue sms cewek itu, belom sempet gue kirim sms ke dia, dia udah sms duluan “dimana? Aku udah di taman”, kaget, gue langsung buru-buru tancap gas dengan motor butut gue itu, gaya gue yang udah kece tingkat kampung dan motor vespa butut boleh warisan dari uyutnya uyut gue melewati jalanan kota jakarta di suasana malam minggu, alangkah damainya.
Dreett dreett drett..
Tiba-tiba aja motor gue berhenti jalan, buru-buru gue tuntun motor vespa gue itu ke tepi jalan sebelum gue dibikin peyek sama tronton yang udah gak sabar buat lewat dari arah belakang gue, sial kenapa harus mogok disaat kaya gini, cewek itu udah smsin gue mulu dari tadi, gue bingung harus berbuat apa, gue coba nekat liat ada kesalahan apa di motor gue itu, gue liat ban, ban nya baik-baik aja, gue liat mesin, mesinnya juga gak ada yang rusak, tapi pas gue liat bensin, bodoh bensin gue abis, perasaan gue baru aja ngisi bensin kemaren, kemaren? Setelah gue fikir ulang, gue baru inget kalo gue isi bensinnya itu kemaren, kemaren satu minggu yang lalu.
Pom bensin gak keliatan dari sini, gue pun akhirnya ngedorong vespa butut itu, selama gue dorong motor handphone gue geter terus, gue tahu itu pasti cewek yang udah nungguin gue di taman, akhirnya gue pun mengulas senyum khas gue, gue nemu tukang bensin, gue langsung bilang sama tu tukang, “isi penuh ya pak” gue langsung ngambil dompet, bodoh di dompet gue tinggal ada duit selembar 5 ribuan, “ehh pak pak, gak jadi, satu liter ajah” ahhh sial gue tambah lagi, di belakang gue ada segerombol cewek-cewek dan pada ngetawain gue, dengan lemas gue segera pergi menuju taman tempat gue janjian sama tuh cewek.
Dia bilang dia pake baju warna pink dengan rambut digerai dan pakai bandana putih, gue keliling taman dan melihat sosok wanita seperti ciri-ciri yang dia kasih tau sebelumnya, satu langkah gue mau maju, kayanya ada yang kurang dari gue, gue merapikan dandanan gue, dan metik bunga mawar yang ada di taman itu, satu lagi kebodohan gue, gue keabisan duit dan gak mampu beli bunga,
“hai”
“iya” cewek itu nengok ke gua, dia nampakain senyum yang manis banget, semanis gula deh pokonya, tapi satu detik kemudian senyumnya mulai melebar, dan saat senyumnya melebar sampe nampakin giginya ada cahaya menyilaukan mata gue #asek, mata gue langsung menyipit, menyadari gue yang kesilauan sama gigi emasnya, dia kembali ke posisi manis,
“maaf, lo kevin ya?” katanya dengan suara yang menurut gue gak banget, ternyata suara dan giginya gak secantik orangnya,
“iya, udah nunggu lama ya maaf” kata gue sedikit gugup dan menjaga lisan
Dia ngangguk-ngangguk “ohh, gue fikir yang namanya kevin ganteng?”
Sial, rasanya itu kaya terjun dari ketinggian 999999999 kaki dan nyungsep di kandang kebo,
“tapi yaudahlah, kita mau kemana sekarang?”
Ngedenger pertanyaanya buat gue sadar kalo gue sekarang gak megang duit sepeserpun,
“kalo kita jalan-jalan di sekitar taman ini aja gimana?”
“ohh, gak papa deh, tadinya gue fikir lo mau ngajak gue nonton atau makan malam romantis berdua kaya film film korea, padahal gue udah dandan cantik kaya song hye kyo”
What? Dia bilang apa tadi cantik kaya song hye kyo? Oh my god. Dia cewek yang pede banget ya, gue emang bodoh soal korea-koreaan tapi gue tahu song hye kyo itu cantiknya kaya apa, dan yang pasti dia gak punya gigi emas menyilaukan kaya ni cewek.
Gue dan olivia pun, ehmm oh iya gue sampe lupa cewek itu namanya olivia, gue dan olivia pun jalan-jalan di sekeliling taman, dan kesalahan terbesar gue kenapa gue gak beli kacamata tadi, sumpah dua jam gue jalan sama dia aja udah buat minus gue bertambah, dan mengharuskan gue pake kacamata minus sehabis ini.
Keesokan harinya gue ceritain semua acara malam minggu gue sama oliv ke jojon, gue cerita dari sabang sampe meroke tentang gimana tuh cewek, dari mulai gue gadein TV nyokap gue dan sekarang gue harus puasa jajan demi nenebus tu TV, sampe gue cerita kalo olivia sama sekali bukan tipe gue, dia emang cantik, tapi kalo senyum apalagi nyengir ampun deh mata gua sakit, dan dia adalah orang yang gak ngertiin orang lain sepanjang gue jalan sama dia gue didongengin film film sama drama-drama romance ala korea, dan yang lebih bikin gue bete dia kepo banget sama asal usul kenapa gue dinamain kevin aprilio, dia bener bener gak ngerti perasaan gue apa kalo gue sensitif bicara soal nama.
Jojon Cuma ketawa ngedenger cerita gue yang panjang kali lebar sama dengan lega itu, dia malah bilang “terus lu maunya sama cewek yang kaya gimana?, sory sory to say mas mblo, oliv itu satu satu nya cewek yang mau kenal sama lo setelah gue kasih liat foto lu, gue juga gak nyangka dia bahas masalah nama dan muka lagi pas sama lo, sabar mas jomblo namanya juga perjuangan” sial, segitunya kah tampang gue sampe cuman oliv cewek yang mau sama gue, saat itu rasanya pengen gue sambelin mulutnya si jojon.
Semenjak acara ngedate gue sama oliv malam itu, dia masih sering smsin gue, tapi gue gak pernah tanggepin sesekali aja gue bales smsnya dia, entah kenapa inget giginya sama omongannya yang selalu ngungkit ngungkit nama, gue jadi males sms an sama dia dan gue jadi lebih aktif di dunia maya untuk menghindari si oliv, tiba-tiba di facebook banyak orang yang update username twitter, penasaran gue pun langsung buat account twitter dan follow followin cewek cewek kece, dengan nama gue yang oke, banyak banget yang langsung follback gue tanpa gue minta, gue juga gak pasang avatar muka gue, tapi avatarnya pake foto jojon.
Gue pun mulai sering mention mentionan sama cewek cewek di twitter, dan gue mulai gak pernah bales sms nya oliv, tapi suatu ketika si oliv sms gue, “mulai sekarang kita gak usah temenan lagi ya” gue senyum baca sms itu, akhirnya tuh cewek gak bakal gangguin gue lagi, gue pun bisa lebih fokus twitteran sama cewek-cewek cantik.
Satu minggu gue aktif di twitter ada cewek yang ngajakin gue kopi daratan, jangankan kopi daratan, kopi lautan juga gue mau, kali ini gue gak main-main, gue banyak dikasih tau tipekal cowok idola ala korea dari oliv, jadi gue ikutin ala ala cowok korea itu, gue pun lebih matang, gue gadein vespa plus laptop kuliah gue buat sewa mobil supaya gak malu-maluin pas ketemu tuh cewek, ternyata oliv banyak membantu gue lebih gampang jadi cowok kece, jujur gue jadi kangen dia, ihh apaan deh oliv itu gak banget #SOMBONG
Akhirnya gue ketemuan sama cewek itu, gak salah, dia cantik banget kaya song hye kyo, (#loh jadi inget olip), tapi pas gue memperkenalkan diri gue sebagai KEVIN APRILIO dia sontak kaget dan ketawa terbahak-bahak gak berhenti-henti
“lo? Aneh ya? Ngaku-ngaku kevin aprilio” dia sekarang dengan mata sinis dan nampangin muka seolah-olah mau muntahin gue dengan seisi isi perutnya,
“ini serius gue, ya bukan kevin si artis tapi kevin di twitter”
“whaaaaaattt gue fikir kevin itu ganteng, kenapa malah?” sekarang matanya mulai keluar, muka nya yang mulus dan cantik berubah kaya setan setan murka, #serem
“lo boongin gue ya, di ava lo ganteng, tapi kok aslinya” dia nambah nyerocos
“ini bener gue kevin, tapi kalo yang ava itu boleh pasang foto temen gue”
“sial gue diboongin” PLAK satu tamparan mulus mendarat di pipi abstrak gue, muka gue makin ancur setelah ditampar tuh cewek, dan dia buru-buru pergi dari hadapan gue, tapi sebelum pergi dia ngasih gue bill struk pembayaran makanan plus minuman yang dia minum, apes, udah digampar suruh bayar pula, lebih apes lagi pas gue baca isi bill nya yang nunjukin harga amat sangat murah 350 ribu rupiah, buset ni cewek makan apaan sampe 350 ribu, gue langsung buka dompet gue, duit yang gue punya tinggal 300 ribu, gue bingung harus berbuat apa, pas sang pelayan nyamperin gue, gue bilang Cuma bawa duit tunai 300 ribu, gue kasih jam tangan gue yang baru beli tadi pagi, mba mbak nya gak mau, gue copot jas gue, mbaknya juga gak mau, apa harus gue kasih seluruh yang gue punya mbak mbaknya malah nutup mata dan pergi, gak lama mbak pelayannya bawa satpam yang body body nya yang keker, sebelas dua belas lah sama ade ray, gue inget ada jojon, gue langsung telpon temen gue yang satu itu dan minta tolong dia bantuin gue dateng ke cafe ini dan bayarin sisanya.
Malam itu gue nginep di rumah jojon, gue gak berani pulang karena pasti bokap gue marah kalo tau vespa warisannya gue gadein buat date malam ini, yang justru buat gue rugi bandar, udah kaya anak kecil gue mewek di kamar jojon sambil meluk jojon, adenya jojon yang datang ke kamar nganterin makanan langsung merinding ngeliat gue sama jojon yang pelukan dan teriak “mamaaaaaa kak jojon pacaran sama ka kevinnn” gue langsung ngelepas pelukan gue dan nangis kejer lagi kaya anak balita di bawah 5 tahun, adeknya si jojon langsung diem dan nyamperin gue “uhh cup cup jangan nangis kak, besok aku beliin balon deh” ha?, gue diem, astaga gue bener bener memalukan di depan anak SD bersikap kaya anak bayi, pas gue liat adeknya si jojon yang ngelus ngelus kepala gue,
“kamu mau gak jadi pacar kakak”
“apa?” PLAK gue dapet gamparan lagi, dan kali ini tamparan itu datang dari anak SD kelas 5, adeknya jojon malah pengen muntah pas gue bilang gitu, dan keluar kamar buru-buru
“kasian banget si lo mas bro, udahlah semua akan indah pada waktunya”
“sok bijak, sekarang bukan itu masalahnya, tapi gimana caranya gue nebus laptop sama vespa yang gue gadein aaaaaaaaa” tangisan gue makin pecah, jojon udah gak peduli lagi sama gue dia langsung tidur tanpa perduliin gue yang lagi galau bingung setengah hidup mikirin barang-barang yang gue gadein.
Gue GALAU…
Hampir selama tiga bulan gue puasa jajan buat nebus motor sama laptop gue, dan selama itu juga gue diceramahin setiap waktu sama bonyok gue, mungkin penggambaran gue yang sekarang adalah sosok laki laki dengan muka pas pasan, baju yang lesuh dan kumuh, muka yang absurd, telinga yang panjang kaya PAD di film sunggokong, jangankan orang lain yang ngeliat gue enek, gue sendiri aja bisa pingsan ngeliat muka gue yang sekarang,
Tapi suatu ketika semangat hidup gue tumbuh lagi, ada orang yang sms gue, “apa kabar vin?” gue bingung, nomernya gak dikenali sama kontak handphone ketua RT gue #loh
Ternyata yang sms gue itu si olivia, masih inget kan cewek dengan gigi emas yang pernah gue campakin (#ahelah bahasanya), tapi gak tau kenapa gue seneng dia kembali smsin gue lagi, dan kali ini dia langsung ngajakin gue ketemuan di tempat pertama kali gue ketemu sama dia, dengan semangat empat lima sehat sempurna gue nyiapin diri gue buat ketemu sama dia, sekarang sepertinya jalan gue untuk ketemu sama dia dipermudah, si vespa butut itu gak ngadat lagi, dan gue juga udah siapin kacamata hitam buat ngelindungin mata gue kalau kalau dia nyengir nyengir kaya dulu.
Oliv bilang dia pake baju superman di taman, oh bukan pake gaun merah maksudnya, dia duduk persis kaya gue pertama ketemuan sama dia,
“hay”
“iya” dia nengok gue, sekarang oliv tambah cantik, dia senyum dan hampir nyengir, kacamata hitam udah siap gue keluarin dari kantong ajaib, tapi pas dia nyengir gak ada sinar gigi emas nya lagi, giginya rapih putih bersih mengkilat cling, gue bingung dia berubah lumayan jadi tambah cantik, dan dia juga gak kepedan lagi kaya dulu, sekarang dia lebih pendiem dan gak banyak omong, dua jam gue jalan sama dia ngelilingin taman itu dia gak ngomong banyak malah gue yang dari tadi nyerocos terus kaya burung beo.
“kevin, gue mau ngasih sesuatu buat lo” kata oliv bikin gue bingung
“apa?” dia mau ngasih kejutan ya buat gue? Astaga mau ngasih apa ya, apa dia mau ngasih harta karun ke gue atauuu
“inih” dia menjulurkan sebuah undangan
“itu undangan pernikahan gue, lo dateng ya, kalo gitu gue pergi dulu bye” dia pergi, apaan ini? Dia ngasih undangan pernikahan, astagaaa hati gue hancur kaya disetrum listrik, dibelek golok ditusuk jarum diinjek injek pokonya cenat cenut cekat cekit banget deh, nama gue bener bener gak sebagus hoki gue
Gue udah frustasi banget sama apa yang gue alamin belakangan ini, gue udah gak kuat, gue galau abisss, sampai pada akhirnya gue ngadain acara bubur merah bubur putih sebagai tanda digantinya nama gue jadi “eyang galau”, gue harap nama baru gue bisa bawa hoki buat gue dalam hubungan percintaan.
"SELESAI"
BY: ILHAM HIDAYATULLOH


CEMBURU


Cemburu Tanda (Terlalu) Cinta?

Keadaan ruangan itu gelap dan remang-remang, saat sepasang muda-mudi mencari suatu barang. Ialah Fay, lelaki bertubuh atletis itu, masuk menemani Yuna kekasihnya, gadis penakut yang bawel. Mereka berdua berniat masuk mencari sesuatu. Kaca mata renang, ya, benda itu yang mereka cari. Dengan sinar senter hape yang mereka pakai, mereka bersama-sama mencari kacamata tersebut di antara kelamnya ruangan, dus-dus kosong dan sarang laba-laba serta debu.
“memangnya dimana letak kotaknya, yun?” Tanya fay
“kata bibi, di sudut gudang, berlawanan arah sama kaca ventilasi”
“barangnya ada kan?”
“ada kok, ituk an punya…” ucapannya terputus
“punya siapa?”
Yuna tak menjawab, tapi ia berhasil menemukan kotak yang mereka cari. Fay pun tak memperdulikan pertanya tadi, ia terlihat bahagia saat mendapatkan kacamata renang yang yuna punya. Lantas tak butuh waktu lama, kacamata itu sudah terpasang menutupi sepasang bola mata Fay.
Sedangkan yuna, masih mengorek-ngorek benda di dalam kotak itu. Ia dapatkan sebuah album foto yang dihiasi debu. Album yang sebesar buku catatan. Lebih tebal dan berisikan banyak lembar foto. Fay kebingungan saat ia melihat benda yang yuna pegang. Yuna sekejap membalik-balikan lembar demi lembar kertas foto ukuran 4r itu dengan sinar senter seadanya. Fay penasaran ia mendekatinya, mencoba mengintip sekilas album foto Yuna.
“eits… rahasia cewek tau!” ujarnya pada Fay, album pun ditutup. “Yuk keluar” ucap Yuna mengakhiri. Alhasil niatan Fay melihat foto yang membuat ia penasaran, menjadi sia-sia.
Fay berkemas, hari ini ia akan berpacu di dalam air kolam. Ransel berisi perlengkapan renang, ia gantung di kedua pundaknya. Lalu Fay berjalan masuk menuju ruang tamu, di mana yuna sedang tenggelam dengan kenangan yang terlangkul dalam album kepunyaannya. Fay menjadi semakin penasaran akan album foto Yuna.
“yuna, yuk kita pergi” ucap Fay pada Yuna. Tapi kenangannya dalam foto membuat telinganya non aktif untuk sementara. Fay terlihat jengkel, gusar, tangannya dikepal seakan-akan ingin meninju.
‘kecoaaa…” Teriak Fay, Yuna sontak terperanjat
“aaa… kec… kec… kecoa, mana-mana” pekik suara Yuna, yang kini berdiri di kursi, seolah-olah menyelamatkan diri dari kapal yang hendak karam.
“dah keluar, mau beli bakso kali, hehe” ucap Fay, melantur.
“kamu nih ada-ada aja, kalau aku jantungan gimana?” sanggah Yuna
“lagian serius amat ngelihat fotonya” jawab Fay
“week… biarin” ucap Yuna mencibiri Fay, sambil menjulurkan lidah
“ayo kita pergi” ucap Fay mengajak kembali Yuna pergi
“maaf beibh, mama nyuruh aku di rumah, hari ini kan baru kualifikasi. Besok aku pasti datang”
“yah kok begitu”
Yuna tidak memberi jawaban, ia menghampiri Fay yang sedang tegak di depan pintu. Yuna menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir pacarnya. Sembari mengangkat lengan kanan Fay. Nampak arloji yang sporty, bertuliskan 10:00, sebagai isyarat agar Fay cepat pergi. Fay setengah kaget, tanpa buang waktu lagi, Fay pergi saat bibirnya terbebas dari telunjuk kanan Yuna.

Fay datang nyaris terlamabat. Membuat pelatihnya meradang. Fay yang keras kepala, begitu saja lari menjauh dari ceramah sang pelatih. Fay berlari sangat kencang, karena namanya sudah diperdengarkan oleh panitia. Lantas ia masuk ruang ganti dengan terburu-buru, fay langsung menanggalkan pakaiannya dengan menyisakan sebuah celana pendek ketat yang tertempel di bagian bokongnya. Dilanjutkan dengan memakai penutup kepala yang elastis. Lalu sambil berlari ia memasang kacamata renangnya.
‘bruk’ tubuh fay tersungkur, seseorang tanpa sengaja menghalangi laju kencangnya. Lelaki itu segera membantu fay. Orang itu menjulurkan lengannya dan hendak membantu Fay kembali berdiri. Namun reaksi penolakan bercampur amarah meradang di lubuk hatinya. Fay pun bangkit sendiri dan berlari lagi.
“kacamatanya…” ucap lelaki yang sebentar ini bertabrakan dengan Fay, dari sorot matanya, orang itu merasa mengenali kacamata yang Fay pakai. Mendengar orang itu berteriak Fay lantas berputar membalikan badan. Kembali menghampiri pemuda itu dengan muka ketus, tanpa berbicar sepatah kata pun hingga ia naik ke podium start

Ruang ganti perenang. Kursi besi ringan yang memanjang dan locker yang berjajar saling bersebrangan menjadi tempat pesakitan. Fay lemas dan hanya melamuni saat ia terjun ke air. Berbasah-basahan memperagakan skill renang gaya bebasnya, saat tangan dan kaki berganti-gantian mendorong tubuhnya melaju di permukaan air. Namun di tengah lintasan renang. Kakinya tiba-tiba kram dan pintu kekalahan pun tergambar jelas di ingatannya.
Dengan muka membara, pelatih Fay datang. Buku yang digenggamnya kini menyerupai alat pukul. Wajah Fay terlihat gelisah. Matanya tak tentram memandang ekspresi muka pelatihnya.
“kenapa? Kalah ya?” ucap pelatih. “ya jelas, wong kamu gak pemanasan” sindir sang pelatih
Fay masih tertunduk lesu dengan rasa penyesalan.
“ok! Cuma ada satu kategori lagi. Gaya punggung, dua hari lagi” ujar pelatih sambil mengangkat dua jemarinya
“tapi pak…” ucapan fay terputus
“bapak tau, kamu belum menguasainya kan” ucap pelatih, pemuda yang seakan sedang diintrogasi itu hanya mengangguk tak bersuara.
“Cuma itu yang bisa kau perjuangkan nak, bila ingin lanjut ke tingkat nasional’ tambahnya sembari menepuk pundak muridnya dan berlalu meninggalkan Fay. Fay kembali termenung, sepuluh jarinya kini bertumpuk di wajahnya.

Embun pagi terasa menyapa kulit tangan yuna, yang sedang merobek dedaunan tepat di halaman depan kelas yuna. Dinding bercorak putih abu-abu menjadi background saat tubuh Fay menyandar di bangku santai kepunyaan sekolah. Pemuda itu tambah terpuruk, saat ia melihat bahagia di wajah yuna. Ada apa dengan yuna? Pekik fay dalam hati. Aku disini sedang bersedih. Tapi kenapa dia bisa tersenyum? Bicara batin fay
Yuna mendekati fay, tampak pacarnya sedang merasa susah, jamarinya kini mengelus-elus rambut pangeran cintanya. Fay tak menanggapi tatapan yuna kepadanya, ia lantas berganti memandang langit-langit. Di ujung sadarnya, Fay teringat kekalahanya kemarin. Namun
Yuna tak tau kah kalau kekasihnya kalah.
“beibh, kok mukanya ketus gitu?” Tanya yuna
“kamu kok senyum-senyum aja dari tadi” fay balik bertanya
“Senyum? mana ada? Kamu kenapa sih? Belum jawab pertanyaan aku juga”
Fay tak menjawab pertanyaan Yuna. Kesal dan bingung kini hinggap di benak yuna. Namun Nina, teman sebangkunya datang. Dengan cepat ia menggengam tangan yuna. Ia berdalih minta ditemani ke wc. Gadis cantik itu tak kuasa menolak ajakan nina. Fay bertambah kesal.
Tas tali samping berwarna pink kepunyaan yuna, saat ini tersandar di samping tubuh Fay. Badan lemasnya terangkat, saat tas pacarnya bergetar, pertanda ada hp Yuna di dalamnya. Matanya terbelalak saat ia baca beberapa pesan dari seseorang bernama ‘Marta’. Inboxnya pun Fay jelajahi, dilihatnya kini satu per satu pesan yang masuk sedari kemarin, penuh dengan kata-kata yang mencurigakan. Ternyata orang ini yang mengalihkan dunia yuna, bentak Fay dalam hati.
Fay emosi, matanya memerah seperti kerasukan setan. Namun ia mencoba bersabar, ia letakan kembali hp yuna, kekasihnya. Tapi ternyata mata fay tertuju pada album. Ya, album foto yuna. Terlihat usang, persis seperti yang ada dalam gudang kemarin. Menjadi tanda tanya besar dalam hati Fay, buat apa album itu yuna bawa?
Rasa cemburu Fay kini berapi-api, saat indra penglihatannya, memandang beberapa foto pacarnya dengan orang lain, mereka tampak mesra, begitupun halaman-halaman selanjutnya yang dibuka. Ia berhenti sejenak, ketika melihat seseorang itu mengenakan baju renang. Akan tetapi ia merasa mengenali pria dalam foto itu. Tiba-tiba badai di ingatannya hadir bertubi-tubi, mencoba mengingat kembali, kapan ia mengenal pria misterius di photo Yuna serta menggambari apa saja yang telah ia lewatkan kemarin. Dan ingatan itu jatuh pada saat fay bertubrukan dengan seorang pria sepantarannya.
Fay muak. Sikapnya beringas, dengan kesal ia lempari album usang itu. Yuna yang bebas dari tawanan Nina, tak sengaja melihat bagaimana album usang itu melayang berputar bagai boomerang lalu tercampak begitu saja. ia melihat Fay, sang pujaan hati melakuknnya.
“siapa marta?” ucap Fay berang
“bukan siapa-siapa beibh” ucap yuna menenangkan
“jelas siapa-siapa” nada bicara fay mulai meninggi “karena sms-nya selalu kamu balas” ucap fay berapi-api
“aku kalah!” ucapnya agak merintih “satu titik pun pesan tak datang ke hp ku” suaranya mulai serak. Ia berdiri dari duduknya. Mendekatkan lapisan bibirnya pada telinga kiri Yuna, sambil berkata “maaf!. aku membuang album berisi pria brengsek itu” ucap Fay sambil menunjuk kekesalan ke arah album usang itu, yang telah mendarat di tempat sampah.
‘plak’ satu tamparan mendarat di pipi kanan Fay. Fay menatap kesal Yuna. Urat-urat lehernya terukir jelas seperti akar. “ok! Fine…” ucap fay. Isak tangis pun pecah, satu per satu air di kelopak mata yuna menetes. Saat itulah kaki fay menghatarkan ia menjauh meninggalkan yuna.
Esoknya, tiba saatnya Fay untuk berlomba. Hari ini perhelatan terakhir lomba renang. Fay tak ingin impiannya gagal, ia kini melakukan pemanasan di tepi kolam. Namun masalah sekarang berkumpul menghujat setiap denyut-denyut urat sarafnya. Membebani alam sadar fay. Wajahnya tegang, bagaimana tidak? Ia akan berlomba pada kategori yang tidak ia kuasai.
Tak sengaja ia melirik seseorang yang tersenyum. Lalu meneriaki ‘ayo fay semangat’. Orang itu adalah Yuna. Namun wajah kesal itu masih kental di lingkaran mukanya. Ia masih kesal dengan gadis yang ia pacari, meski sekarang gadis itu sedang duduk di tribun penonton.
Dari balik ruang ganti, marta datang, ketika fay sedang berlari mengitari kolam renang. Fay yang telah mengenali jelas wajah Marta, berjalan mendekati lelaki yang sedang bercengkrama dengan beberapa perenang lainnya. Namun suara langkahnya diketahui marta.
“oh hay bro” ucap marta. Tiba-tiba Fay meradang. ‘bugggk’ satu pukulan tepat di pelipis kiri, saat sapuan tinju Fay mengenainya, tak khayal darah mulai bercucuran di pelipis pria itu. serta membuat pria tak bersalah itu terdorong hingga terjatuh. Tak sampai di situ, kini Fay menggengam kerah baju marta, mengajaknya setengah berdiri. Lalu 2-3 pukulan mentah menghantam ujung bibir beserta hidung mancung pria itu. Sedetik kemudian, situasi panas itu menjadi kondusif. Saat para perenang dan staf lainnya datang melerai.
Yuna berlari menuju ke bawah tribun. Setelah ia menyaksikn secara langsung sang pacar menganiaya mantannya. Kala itu, yuna menjadi serba salah. Gara-gara dia Marta dan Fay berkelahi. Gara-gara kecemburuan Fay malapetaka pun terjadi.

Ruang ganti kini menjadi ruang peskitan mereka bertiga. Mereka saling acuh kecuali Yuna. Yuna memandang mereka prihatin
“Fay, sekarang kamu udah tau semua. Marta ini mantan aku” ucap yuna. Tapi Fay seolah tak mendengarnya. Ia hanya menetap kosong menghadap ubin lantai “aku tau, aku salah tapi bukan kayak gini caranya Fay” ucap yuna agak meninggi
“terus bagaimana caranya?” ucap Fay singkat
“caci aku, maki aku. Aku dapat menerimanya” pinta yuna
“kalau kayak gitu, hati gue gak lega” jawab Fay tanpa melirik yuna
“dasar psikopat lu” sanggah marta, Fay menggidik
“diam lu, perebut pacar orang” ucapnya sambil menunjuk Marta
“eh budek, gue mantannya lu gak denger” ucapnya sambil memegang telinga “yuna kangen sama gue, memamg salah”
“diam… diam..” Berang Yuna sambil menyeka air mata ”disini aku yang salah. Ini semua tak kan terjadi kalau aku terus terang ke kamu fay”
“enggak yun, kamu kamu gak sal…”
“marta tolong ngertiin aku” ucap yuna memotong pembicaraan marta.
“Fay aku minta maaf” yuna berusaha menenamgkan fay hingga air matanya jatuh berlinang. Namun Fay sama sekali tak memberi jawaban, bahkan melihat pacarnya saja tidak “beri aku kesempatan satu kali lagi untuk dapat mempertahankan cinta kita”
Terlihat fay agak melunak. Pria itu pun bangkit dari duduknya. Ia menatap yuna bagaikan menatap bola salju yang membawa ketenangan. Yuna menatap pacarnya. Ia yakini segala perkataan, bujukannya tadi akan merasuki segmen pada fikiran Fay. Ia merasa dapat menenangkan banteng yang tengah mengamuk di depan matanya. Namun pandangan Fay tiba-tiba seakan berapi-api. Dan mengangap kata-kata Yuna hanya sepintas lalu di telinganya.
Fay kini menjinjing tasnya, ia berdiri dan bersiap melangkah menjauhi kekasihnya. Dengan sigap yuna menggengam lengannya.
“kamu mau kemana? Kita belum selesai ngomong” rintih yuna.
Fay tak menjawab. Ia melepaskan rangkulan yuna dan pergi meninggalkan yuna. Marta mencoba mengejar Fay. Ia tak terima mantanya di perlakukan seperti itu. Namu usahanya saia-sia, Fay dengan emosi mendorong pundak Marta sampai ia terjerembab membentur dinding lorong ruang ganti.
Yuna hanya mampu menahan tetes demi tetes air matanya, tapi tangisnya pecah tidak terbendung, hingga ia tersandar di ujung kerangka locker room. Dalam hati kecilnya ia berharap Fay mau memaafkannya. Dan mengukir jalinan cintanya seperti sedia kala.
Fay kini sudah di luar arena kolam renang. Sambil berlalu, ia menyaksikan para perenang lain berlomba. Sang pelatih bahkan membuang muka untuknya. Fay tau tindakannya sangat tidak professional untuk menjadikanya seorang atlit. Melihat pelatihnya bersikap begitu, membuat matanya berkaca-kaca. Tetapi fay tidak bisa merubah keadaan, ia tetap tak bisa berpacu di atas air. Secara sah ia telah di diskualifikasi.
"SELESAI"
BY:ILHAM HIDAYATULLOH


NIKMANYA BERSEDEKAH


Nikmatnya Sedekah

Hari itu tepatnya hari Rabu, seperti biasa aku bergegas menuju kampus dengan mengendarai sepeda motor. Karena hari sudah siang, aku memacu sepeda motorku dengan kencang karena jarak rumah ke kampus sekitar 28 km.
Nampak satu per satu pengendara berebut menjadi pemenang bagaikan pertandingan balap yang diadakan di arena. Terlihat saling angkuh antara pengendara satu dengan pengendara lainnya seperti tak ingin kalah begitu pula aku.
Tak lama kemudian aku pun sampai di kampus yang tak begitu besar, suasana masih sunyi hanya terlihat beberapa mahasiswa mulai memasuki ruang kelasnya. Waktu menunjukan pukul 07.55 dimana perkuliahan akan segera dimulai. Aku duduk di dalam ruang kelas sembari memainkan handphone kesayanganku menunggu perkuliahan dimulai.
“Tet… tet… tet..” suara bel yang terkesan seperti suara bel anak taman kanak-kanak terdengar nyaring di telingaku pertanda perkuliahan akan segera dimulai.
Seperti biasa sebelum perkuliahan dimulai, selalu ada sesi motivasi dari dosen. Hal itu merupakan bagian dari aturan di kampusku dengan durasi maksimal 15 menit.
“selamat pagi semuanya” sapa Pak Widi dosen mata kuliah Enterpreneur memulai perkuliahan hari ini.
“selamat pagi” sahut mahasiswa lain berbarengan. Mereka sangat bersemangat apabila mengikuti mata kuliah Entrepreneur yang diajarkan beliau, karena selain orangnya asik beliau juga selalu memberi masukan-masukan yang maknanya dalam.
“motivasi dari saya hari ini adalah tentang arti bersedekah. Semua tahu arti sedekah? ada yang rutin bersedekah di kelas ini?” Tanya beliau sebelum memulai motivasi.
“tahu, tapi nggak sering ngelakuinnya pak” jawab beberapa mahasiswa dengan jujur.
Beliau berdiri menulis sesuatu di whiteboard, hal ini membuat kami penasaran dan mencoba membaca apa yang beliau tulis. “mari bersedekah” dua kata yang beliau tulis di whiteboard mampu membuat kamu semakin tak mengerti dengan alur cerita motivasi pagi itu.
“baiklah. Perlu kalian ketahui untuk menjadi pengusaha yang sukses, kita harus mengikuti ajaran dari agama kita dengan benar apalagi semua yang ada di kelas ini mengaku beragama islam. Salah satu ajarannya adalah bersedekah. Pengusaha yang ingin kesuksesannya langgeng maka salah satu kuncinya adalah bersedekah. Karena apa? Allah swt telah memerintahkan kita melalui Al Quran salah satunya surat Al Ma’un dimana kita harus berbagi rejeki dengan anak yatim dan fakir miskin. Disini saya akan menceritakan pengalaman nyata betapa besarnya dampak dari kita bersedekah. Dulu waktu saya masih berada pada posisi di bawah dengan keadaan ekonomi yang cukup sulit, saya merelakan semua uang gaji bulan itu untuk bersedekah seraya berdoa semoga allah memberikan kemudahan rejeki dengan berlipat ganda. Satu dua minggu saya masih seperti biasa dan hidup tanpa uang gaji satu bulan, tapi di minggu ketiga tanpa sengaja ada orang menawari saya sebuah pekerjaan dengan nominal yang cukup tinggi waktu itu hampir berkisar 350 juta. Sejak saat itu saya rutin bersedekah dan alhamdulilah sampai saat ini saya tak pernah merasa kesulitan masalah ekonomi dan uang selalu datang menghampiri saya dengan jalan yang bervariasi. Jadi kesimpulannya dengan bersedekah, rejeki kita akan bertambah dan dilapangkan jalannya dan saya berharap mulai saat ini kalian bisa menyisihkan uang jajan atau uang hasil jualan untuk bersedekah di jalan yang benar bukan untuk hura-hura membeli kemaksiatan” paparnya kepada mahasiswa.
Salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan sebelum sesi motivasi ditutup. “Pak, sebaiknya bersedekah itu ke siapa? kalo ke pengamen jalanan termasuk sedekah bukan?”
“bersedekah pastinya yang utama ke orang yang membutuhkan. Kalo saya pribadi lebih memilih bukan ke pengamen karena mereka menjual suaranya untuk mendapatkan uang sedangkan kalo kita bersedekah ke seseorang bukannya kita tidak mendapatkan apa-apa dari mereka. Lebih baik saran saya kalo tidak ke pengemis ya… lebih baik ke panti asuhan atau ke pondok pesantren yang menggratiskan santrinya untuk menempuh pendidikan”
“lh… kenapa bisa begitu Pak? Jadi kalo kita ngasih ke pengamen bukan dihitung sedekah?” Tanya mahasiswa lain penuh rasa keingin tahuan.
“ya menurut saya mereka menjual suara dan kita membeli suara mereka, jadi ada yang diperjual belikan. Dan saya cenderung mengajak kalian bersedekah ke panti asuhan dan pondok pesantren yang saya maksudkan tadi karena uang yang kita berikan bisa bermanfaat untuknya. Pertama keduanya mendidik anak bangsa untuk meraih cita-citanya yang kelak mereka bisa berguna dalam membangun bangsa ini”
Mendengar penuturan yang panjang lebar, semua mahasiswa terdiam sejenak meresapi nasehat dan penjelasan dosen kesayangannya hari itu.
Hari berikutnya, aku dan beberapa temanku sebut saja Isna, Aulia dan Husnul mulai mengikuti nasehat pak dosen meski yang kami sedekahkan hanya sebagian kecil dari uang saku atau uang hasil berdagang.
Kami memulai kegiatan ini dengan rutin tiap minggunya baik ke pengemis maupun orang yang membutuhkan. Sungguh diluar dugaan, sejak kami rajin melakukan kegiatan bersedekah tersebut, nikmatnya mulai terasa di antaranya kami tidak pernah lagi merasa kesulitan dalam hal rejeki karena selalu saja ada jalan atau pemberian yang tak terduga dari orang di sekitar, selain itu bisnis kecil yang aku dan Isna jalankan mulai memberikan hasil dengan ramai serta selalu ada pembeli tanpa mengalami kerugian-kerugian bisnis seperti sebelum-sebelumnya sebelum mengenal arti sedekah yang sesungguhnya.
“petuah dosen kita benar adanya, hidup dengan cara agama yang benar dan dilakukan dengan hati yang ikhlas ternyata mampu mengubah hal-hal di luar logika seorang manusia terbukti dengan hal-hal indah yang tak terduga mengiringi perjalanan hidup kita” kataku membuka pembicaraan di tempat kami biasa nongkrong yakni di dekat ruko tak berpenghuni yang letaknya tak jauh dari kampus.
“setuju, dan itu semua terbukti pada diri kita saat ini. Bersedekah ternyata membuat hidup kita semakin nikmat dan lebih bahagia lahir maupun batin” Aulia ikut angkat bicara. Dia menatap ketiga wajah teman-temannya dengan penuh senyum kebahagiaan.
Isna bangkit dari tempatnya menyendiri. “iya, benar ternyata rahasia di balik kesuksesan beberapa pebisnis yang langgeng mereka selalu rutin menyedekahkan keuntungannya bukan memakan semuanya”
“nah kalo begitu, kita harus berkomitmen untuk menyedekahkan sebagian harta yang kita miliki karena sebagian harta yang kita punya ada hak orang miskin betul?”
“betu… betul… betul…” serempak kami menjawab pertanyaan Husnul seraya tertawa lepas. Semenjak saat itu pun kami berkomitmen untuk menjalankan aktivitas ibadah sebagaimana perintah Allah SWT.
"SELESAI"
BY:ILHAM HIDAYATULLOH